Jalan menuju Podium
Namaku Raydil. Perjalanan meraih medali emas di kejuaraan taekwondo tingkat nasional bukanlah hal yang mudah, melainkan buah dari keringat, disiplin, dan pengorbanan yang tak terhitung jumlahnya Latihan Keras dan Mental Baja
Setiap hari rabu dn sabtu, setelah pulang sekolah, aku langsung menuju dojang (tempat latihan). Latihan fisik yang intensif, seperti berlari, latihan tendangan dan pukulan berulang-ulang, serta simulasi pertarungan, menjadi rutinitas wajib. Pelatihku, Sabam (Master) Ghaffur selalu menekankan bahwa mental seorang juara harus sekuat baja, tidak hanya fisik yang tangguh. Ada masanya aku merasa lelah dan ingin menyerah, terutama saat cedera pinggang menyerang beberapa bulan sebelum kejuaraan. Namun, dukungan keluarga dan tekad kuat untuk membuktikan diriku membuatku terus bertahan. Kejuaraan Tiba
Hari yang dinanti-nanti pun tiba. Kejuaraan Nasional Taekwondo Open diselenggarakan di GOR Prayoga Padang. Perasaan gugup luar biasa melanda, beberapa hari sebelum pertandingan dimulai. Ada ratusan atlet terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia berkumpul dengan satu tujuan: medali emas. Di pertandingan pertama, aku berhasil menang dengan selisih poin yang tipis. Di pertandingan kedua dan semifinal, aku bermain lebih agresif, menerapkan strategi "first attack" yang diajarkan pelatih, yang sangat berdampak pada mental lawan. Pada saat pertandingan yg sangat sengit kami sempat ketinggalan poin dan pada saat menit menit akhir kami berhasil menyamakan kedudukan dan berhasil membuahkan kemenangan dengan skor tipis yaitu 20-18 yg dimana skor itu berhasil membawa kami menang dan mendapatkan medali emas TAMAT Create by Raydil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar